Sore itu saya naik motor. Motor ini bukan motor kredit seperti kebanyakan orang, dan ini menjadi kebanggaan saya. Tapi bukan kredit atau cicilan yang mau saya bahas. Karena kalau bahas cicilan, mungkin saya terbebas dari cicilan motor, namun malah mengingatkan saya dengan tanggungan cicilan yang lain.
Jadi ceritanya sore itu saya mengendarai motor saya yang bukan merupakan motor kreditan. Gaya berkendara motor saya ini sebenarnya tergantung suasana, bisa cepat bisa juga santai. Dan sore itu suasananya memaksa saya harus cepat.
Karena harus cepat maka saya meliuk-liuk bagai ular. Kok agak aneh ya pengibaratannya. Tapi lanjut cerita, sore itu saya balap apapun jenis kendaraan yang ada di depan saya. Mulai dari motor, mobil, bis, maupun truk. Sampai akhirnya ada seorang pengendara motor yang membalap saya. Setelah berhasil membalap saya, ia memperlambat kecepatannya sehingga saya bisa membalapnya kembali. Namun setelah saya balap, ia kembali membalap saya dengan penetarasi yang cukup berbahaya. Saya pun kaget. Tidak hanya kaget, namun itu membuat saya harus membalap dia kembali.
Gas motor saya tarik, dan rem sedikit saya lupakan. Gigi 3 saya pacu sampai 90km/jam. Lalu masuk gigi 4, entah sampai kecepatan berapa namun yang pasti di atas 100km/jam. Lalu lintas tidak terlalu ramai, 15 menit berselang, dan "yes" akhirnya saya bisa membalap motor itu. Sayangnya balapan liar sore itu harus berakhir karena gang jalan rumah sudah terlihat.
"Menang juga.. hehe" itu yang saya pikirkan pertama kali. Lalu saya berpikir kali kedua, "Terus saya dapat apa?"
Sore itu, di gang rumah yang cukup buat mobil melintas itu, tidak ada kemeriahan penonton yang menyambut kemenangan saya. Tidak ada piala dan papan yang bertulis sejumlah uang yang bisa saya angkat. Tidak ada sorotan kamera, tidak ada wartawan, tidak ada pesta. Dan tanpa sadari saya sudah berada di teras rumah. Terlihat anak saya mengintip dari balik kaca sambil tertawa. Lalu ada istri saya yang berusaha mencari tangan saya untuk diciumnya.
Tiba-tiba saya termenung. Termenung yang membuat saya berjanji untuk menjaga emosi saya ketika berada di jalan, karena saya cinta diri saya dan keluarga saya.
Kamis, 06 November 2014
Selasa, 18 Maret 2014
10 Tahun menjadi Fans Arsenal
Sepuluh tahun sudah Arsenal
tidak mengangkat trofi; sangat menggemaskan bagi saya yang mulai menyukai tim
ini semenjak awal tahun 2000. Musim ini (2013-2014) memang ada sedikit gairah untuk membuat
kejutan. Sekali lagi, hanyalah harapan akan adanya kejutan, bukan target. Bahkan kepesimisan ini saya tulisakan dalam sebuah prediksi. Sebelum kompetisi 2013-2014 dimulai, saya memprediksikan Chelsea yang
akan juara, diikuti ManCity, lalu Man United, kemudian baru
Arsenal di peringkat ke empat. Bagi saya ini yang paling realistis.
SEIMBANG. Ada beberapa
pemain yang berada satu level. Karakter dan kemampuan mereka sama. Szczesny bisa
disejajarkan dengan Lehmann. Koscielny dengan Keown. Gibbs dengan Ashley Cole, Rosicky
dengan Ljungberg, Flamini dengan Parlour. Chamberlain dengan Gilberto Silva. Sekali lagi, ini menurut saya, karena belum tentu mereka setuju. Saya pun belum pernah berkesempatan menendang bola ke Szczesny maupun Lehmann untuk membandingkan mereka. Saya 90% sadar bahwa perbandingan ini adalah subjektivitas saya.
SAMA NAMUN BERBEDA. Ada dua pemain yang
bertipe sama, namun berbeda. Yang
pertama, antara Cazorla dan Pires yang berposisi dan bergaya bermain yang
sama. Kebiasaan mereka bermain di kiri lapangan (masih bagus gak sampai keluar) dan berpenetrasi ke tengah. Pires memiliki penyelesaian akhir yang lebih baik. Yang
kedua antara Sagna dan Lauren; mereka berposisi bek kanan. Keduanya
memiliki daya bertahan kuat dan sering tiba-tiba ada di depan. Sagna lebih unggul dalam keakuratan umpan silang. Tendangan pisang!
PEMAIN KUNCI. Ada beberapa pemain
yang tidak bisa dibandingkan. Di sinilah kuncinya! Arsenal
sekarang tidak memiliki Sol Cambell. Ia pemain bertahan yang sangat kuat,
disiplin, dan menyeramkan! Tidak ada yang menyamai kualitasnya. Lalu Patrick Viera. Ia pemain tengah yang kuat dalam bertahan
dan menyerang. Kalau di PES, attacking dan defendingnya 95. Perannya sekarang dimainkan oleh Mikel Arteta. Namun kualitas Arteta masih di bawah Viera (terutama dalam bermain musik. Maksud?). Kemudian arsenal 2003 memiliki Bergkamp; seorang penyerang yang selalu mencari lubang hehe.. Ia pemain tenang dan menghanyutkan. Positioning, passing, dan finishing yang super duper. Peran ini sekarang dimainkan oleh Ozil.
Namun sekali lagi, Ozil belum sampai di level itu. Dan terakhir adalah sang legenda, Thiery Henry.
Ia memiiki kemampuan yang lengkap sebagai
penyerang. Beri saja bola
kepadanya dan selesailah urusan.
Dari semua perbandingan ini, Arsenal sekarang memiliki senjata yang tidak dimiliki oleh Arsenal 2003. Yaitu
si jenius Aaron Ramsey. Sayang pemain ini terlalu lama cidera, padahal saya
sangat berharap ia bisa menjadi kunci kesuksesan tim berlambang meriam ini. Get
well soon "Azza" The Welshman!
Begitulah, tiap jaman memiliki pahlawan dan andalannya tersendiri. Dan masa lalu hanyalah pelajaran bagi mereka yang mau belajar.
Begitulah, tiap jaman memiliki pahlawan dan andalannya tersendiri. Dan masa lalu hanyalah pelajaran bagi mereka yang mau belajar.
Rabu, 12 Februari 2014
Hidup serasa sinetron
Teruntuk yang sedang menjalani kehidupan yang sangat sulit sehingga merasa menjadi orang yang mendapat ujian kehidupan paling berat di dunia ini, saya akan bilang, anda lebay... heuheu.
Begini ceritanya. Baru saja saya chatting dengan teman lama. Kami sharing, lebih tepatnya saya yang lebih banyak mendengarkan. Dari hasil sharing sekitar 1 jam tadi, saya akhirnya tahu episode kehidupan yang sedang ia jalani. Kisahnya begitu menyayat hati saya. Bahkan sinetron Indonesia yang lebailisme pun kalah menyedihkan. Saya tidak perlu menceritakan kisahnya di sini; namun ada dua hal yang bisa disimpulkan:
Pertama, saya tidak akan pernah bisa merasakan hal yang tidak pernah saya alami. Jadi, jika saya mencoba menasihati seseorang, namun saya tidak pernah mengalami hal yang serupa, maka hal itu bagaikan "burung yang mengajari ikan untuk berenang".
Kedua, setiap orang harus bisa menjawab pertanyaan "Mengapa ia harus bertahan hidup?" Itu yang memotivasi mereka untuk terus menjalani kehidupan, seberat apapun jalannya.
Akhirnya, hidup memang serasa sinetron. Jalani saja peran yang ada. Saya yakin Allah tidak akan menguji kita melebihi batas kesanggupan kita. Semakin berat ujiannya, berarti semakin hebat orangnya. Dan teman saya yang satu ini sungguh hebat. Salut!
Jumat, 08 Februari 2013
Inilah cinta
Namanya juga jatuh, pasti tidak bisa direncanakan. Jika direncanakan namanya akting.
Namanya juga jatuh, pasti tidak bisa dipaksakan. Jika dipaksakan namanya jahat.
Namanya juga jatuh, pasti tidak bisa ditolak. Jika bisa ditolak namanya tidak jatuh.
Namanya juga jatuh, datangnya tiba-tiba. Jika diberitakan dulu namanya undangan.
Inilah jatuh... jatuh apapun itu, termasuk jatuh cinta..
Mereka yang tidak merencanakan untuk jatuh cinta, rasa itu datang...
Mereka yang ingin jatuh cinta, justru rasa itu enggan menyapa...
Namanya juga jatuh, pasti tidak bisa dipaksakan. Jika dipaksakan namanya jahat.
Namanya juga jatuh, pasti tidak bisa ditolak. Jika bisa ditolak namanya tidak jatuh.
Namanya juga jatuh, datangnya tiba-tiba. Jika diberitakan dulu namanya undangan.
Inilah jatuh... jatuh apapun itu, termasuk jatuh cinta..
Mereka yang tidak merencanakan untuk jatuh cinta, rasa itu datang...
Mereka yang ingin jatuh cinta, justru rasa itu enggan menyapa...
Cinta bukan sekedar terlihat rumit, namun ia sungguh sesuatu yang rumit. Saking rumitnya, urusan cinta itu dikendalikan oleh Sang Pencipta. Maka janganlah merendahkan rasa cinta, karena Tuhan yang telah menanamkan rasa itu.
Ah damn.. kenapa jadi romantis begini?
Ah damn.. kenapa jadi romantis begini?
Sabtu, 17 Maret 2012
Terbaik terbaik
Ketika Pele bermain, saya belum lahir. Begitu juga dengan Franz Beckenbauer, Socrates, Platini, maupun Maradona. Untuk yang terakhir, saya sudah lahir namun belum mengerti sepak bola hehe.. Para pemain hebat yang sempat saya tonton adalah Zinedine Zidane, dan Ronaldo de Lima. Lalu ada beberapa pemain yang sekarang (awal 2012) masih bermain meskipun kemampuannya sudah jauh dari masa terbaik mereka seperti Ronaldinho, Ryan Giggs, Edgar Davids, dan masih banyak lagi.
Dunia di pertengahan 2012 ini sedang membandingkan siapa yang lebih hebat di antara dua penyihir baru, yaitu Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Ada kontroversi. Dan tidak ingin ketinggalan, saya pun masuk dalam perdebatan tersebut. Dalam sebuah pergulatan pikiran, saya menemukan jalan buntu yang gelap, lalu sedikit berjalan dengan melepas sedikit keegoisan, saya akhirnya menemukan cahaya.
Inti dari kontroversi itu ada di penamaan "terbaik" itu sendiri. Kata "terbaik" belum diterjemahkan secara baik, sehingga memberi ruang tafsir kepada setiap orang. Bisa diperjelas, terbaik dalam hal apa? Apakah mencetak gol? Teknik? Mengatur permainan? Kecepatan? Meraih juara? Atau dalam sikapnya?
Inti dari kontroversi itu ada di penamaan "terbaik" itu sendiri. Kata "terbaik" belum diterjemahkan secara baik, sehingga memberi ruang tafsir kepada setiap orang. Bisa diperjelas, terbaik dalam hal apa? Apakah mencetak gol? Teknik? Mengatur permainan? Kecepatan? Meraih juara? Atau dalam sikapnya?
Messi sempurna dalam dribbling bola, kecepatan, teknik, dan mencetak gol. Tendangan bebasnya terbilang baik, dan Ia pun baik dalam kerjasama tim.
Cristiano Ronaldo. Meski kemampuan dribblingnya sedikit di bawah Messi namun ia unggul dalam kecepatan dan sangat baik dalam urusan mencetak gol. Kesuburannya mencetak gol dibantu oleh kemampuan bola atas dan tendangan bebasnya. Pemain ini memiliki kekuatan yang sangat baik dan selalu menjadi andalan di klub yang dibelanya seperti Sporting Lisbon, Manchaster United, Real Madrid, maupun di timnas Portugal. Alhasil, Messi unggul atas Ronaldo dalam dribble, teknik, dan kerjasama tim, namun Ronaldo unggul dalam bola atas, kekuatan, & pengaruh di dalam sebuah tim. Keduanya sempurna dalam produktifitas gol. Sehingganya sampai saat ini.
Jika kriterianya seperti kedua pemain di atas, maka akan sulit bagi pemain bertahan dan kiper untuk mendapat gelar pemain terbaik atau Ballon d'Or. Seorang defender tidak membutuhkan kemampuan dribble dan mencetak gol. Yang dibutuhkan mereka adalah teknik bertahan, kecepatan, dan kekuatan. Begitu juga dengan seorang kiper yang hanya membutuhkan teknik goalkeeper, respon, kekuatan dan kecepatan.
Tiba-tiba saya teringat Fabio Cannavaro, seorang defender yang pernah meraih gelar ini. Dan saya rasa ia mendapatkan gelar ini karena ia seorang kapten dari negara yang menjadi juara dunia kala itu (Italia 2006).
Kesimpulannya, tolak ukur pemain terbaik harus diperinci atau setidaknya diperluas menjadi beberapa kriteria.
Tiba-tiba saya teringat Fabio Cannavaro, seorang defender yang pernah meraih gelar ini. Dan saya rasa ia mendapatkan gelar ini karena ia seorang kapten dari negara yang menjadi juara dunia kala itu (Italia 2006).Kesimpulannya, tolak ukur pemain terbaik harus diperinci atau setidaknya diperluas menjadi beberapa kriteria.
Jumat, 17 Februari 2012
Mendekati mimpi
Ketika kita sudah memiliki mimpi, maka dekatilah mimpi itu dengan cara-cara anda sendiri. Jika ada seseorang yang ingin menjadi mahasiswa sebuah perguruan tinggi, maka saya sarankan ia untuk pergi ke sana. Rasakan suasana di sana, pegang dinding kelasnya, makan sianglah di kantinnya.
Sekarang saya sedang bermimpi untuk pergi ke suatu daerah yang awalnya terlihat tidak mungkin. Lalu saya mendekati mimpi itu dengan bergoogling ria, dan makin banyak pengetahuan saya tentang daerah itu, makin kuat motivasi untuk ke sana. Saya cari informasi tiket perjalanan ke sana. Dan celah-celah itu mulai terbuka :)
Sebenarnya saya ingin menjelaskan bahwa mimpi-mimpi kita yang seolah mustahil, sebenarnya bisa terwujud. Kita dekati mimpi itu dengan banyak cara. That's why I'm not afraid of dreaming anymore.
Sabtu, 07 Januari 2012
Teori yang harus segera dibuktikan
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat terutama bagi diri saya sendiri. Semoga...
Sangat benar bahwa segala kebaikan akan kembali kepada asal pemberinya. Orang baik akan mendapatkan buah dari kebaikannya. Maka berbuat baiklah ke semua orang.
Berbuat baiklah kepada keluarga, kepada tetangga, kepada atasan, kepada bawahan, kepada orang-orang yang tidak dikenal, bahkan berbuat baiklah kepada musuhmu.
Tolonglah jika mereka meminta tolong. Jagalah lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti hati mereka. Cegahlah mereka dari perbuatan yang tidak baik dengan nasihat yang bijak.
Berbuat baiklah kepada keluarga, kepada tetangga, kepada atasan, kepada bawahan, kepada orang-orang yang tidak dikenal, bahkan berbuat baiklah kepada musuhmu.
Tolonglah jika mereka meminta tolong. Jagalah lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti hati mereka. Cegahlah mereka dari perbuatan yang tidak baik dengan nasihat yang bijak.
Jangan berhenti di teori, namun buktikanlah! Sekali lagi, buktikanlah! Sehingga datang keyakinan yang sempurna bahwa tiada balasan dari kebaikan kecuali kebaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
