Kamis, 20 November 2014

Hadits Nabi

Salah satu yang saya pelajari dari perkerjaan saya adalah keilmiahan. Apapun itu, mulai dari proses berpikir, berpendapat, apalagi ketika sudah menyangkut tugas kerja. Semua harus ilmiah. Lalu saya sedikit berpikir tentang hal-hal di luar pekerjaan saya. Saya berfikir tentang agama yang saya anut. Apakah ilmiah atau jangan-jangan tidak ilmiah?

Sebagai orang Islam, saya meyakini bahwa ada 2 sumber besar hukum atau syariat yang harus saya ikuti. Yang pertama adalah Al-Quran, dan yang kedua adalah Al-Hadits. Dan ternyata saya mendapati keduanya sangat ilmiah.

Di tulisan ini, saya mau sedikit berbagi tentang Al-Hadits. Bagi umat islam, pasti paham bahwa hadits adalah segala perkataan (sabda), perilaku dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam.

Namun secara umum pengertian Hadits Rasulullah SAW adalah catatan tentang:
1] Segala sesuatu yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW.
2] Segala sesutu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
3] Perkataan atau perilaku Sahabat yang disetujui atau didiamkan saja oleh Nabi Muhammad SAW.
4] Perkataan atau perilaku Sahabat yang dilarang atau dikomentari negatif oleh Nabi Muhammad SAW.

Lalu di manakah keilmiahan hadits yang saya maksud? Yaitu dalam keotentikan hadits itu atau yang sering kita dengar dengan derajat hadits.

Yang pertama, hadits bisa dilihat dari jumlah perawinya. Yaitu
1. Hadits Mutawatir
2. Hadits Ahad, terdiri dari: Hadits Shahih, Hasan, dan Dha’if.

Hadits Mutawatir adalah hadits Rasulullah SAW (catatan tentang sesuatu hal yang dikatakan atau dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri, HANYA oleh dan dari Beliau SAW, dan TIDAK SELAIN Beliau SAW ) yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin bersepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir:
[1]. Rawi-rawinya tsiqat dan mengerti terhadap apa yang dikabarkan dan (menyampaikannya) dengan kalimat bernada pasti. [Sifat kalimatnya Qath'iy (pasti) dan tidak Dzanni (berdasarkan dugaan) ].
[2]. Sandaran penyampaiannya kepada sesuatu yang konkret, yaitu perawinya menyaksikan secara langsung dengan matanya sendiri bahwa hal itu dikatakan/dilakukan oleh Rasulullah SAW, atau mendengar secara langsung dengan telinganya sendiri bahwa hal itu dikatakan/dilakukan oleh Rasulullah SAW, seperti misalnya:
“sami’tu” = aku mendengar
“sami’na” = kami mendengar
“roaitu” = aku melihat
“roainaa” = kami melihat
[3]. Bilangan (jumlah) perawinya banyak, sehingga menurut adat kebiasaan mustahil mereka berdusta secara berjamaah dan bersama-sama. Dan kesemuanya menyampaikan dengan nada kalimat yang bersifat Qath’iy (pasti) dan tidak Dzanni (berdasarkan dugaan).
[4]. Bilangan Perawi yang banyak ini tetap demikian dari mulai awal sanad, pertengahan sampai akhir sanad. Rawi yang meriwayatkannya minimal 10 orang. Perawi2 tersebut terdapat pada semua generasi yang sama. Adanya keseimbangan jumlah antara rawi-rawi dalam lapisan pertama dengan jumlah rawi-rawi pada lapisan berikutnya. Misalnya, kalau ada suatu hadits yang diberi derajat mutawatir itu diriwayatkan oleh 5 orang sahabat maka harus pula diriwayatkan oleh 5 orang Tabi’in demikian seterusnya, bila tidak maka tidak bisa dinamakan hadits mutawatir.

[Catatan: Apabila satu saja dari syarat-syarat di atas tidak terpenuhi maka TIDAK BISA digolongkan sebagai hadts mutawatir.]

Lalu hadits Ahad, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah “Dhonniy”. Sebelumnya para ulama ahli hadits membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan hadits Dha’if. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam, yaitu:

Hadits Shahih: Menurut imam ahli hadits Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu’allal (tidak cacat). Jadi hadits Shahih itu harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
I.B-1-a. Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an.
I.B-1-b. Harus bersambung sanadnya
I.B-1-c Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil.
I.B-1-d Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya)
I.B-1-e Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih)
I.B-1-f Tidak cacat walaupun tersembunyi.

Hadits Hasan: Yaitu hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz.

Hadits Dha’if: Yaitu hadits yang tidak bersambung (terputus) sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.

Lalu ada juga hadits menurut kualitas periwayatannya.
1. Hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW. Hadits ini disebut hadits Marfu’ atau Maushul.
2. Hadits yang terputus sanadnya, yaitu:

Hadits Mu’allaq: Yaitu hadits yang “tergantung”, yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti termasuk hadits dha’if.

Hadits Mursal: Disebut juga hadits yang ”dikirim”, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para Tabi’in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan Sahabat yang menerima hadits itu.

Hadits Mudallas: Disebut juga hadits yang ‘disembunyikan’ cacatnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad ataupun pada gurunya. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya.

Hadits Munqathi: Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain Sahabat dan Tabi’in.

Hadits Mu’dhol: Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para Tabi’in dan Tabi’ut-Tabi’in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan Tabi’in yang menjadi sanadnya. Kesemuanya itu dinilai dari ciri hadits Shahih tersebut di atas. Apabila BERTENTANGAN dengan ciri-ciri hadits Shahih maka bisa dikategorikan termasuk hadits-hadits dha’if.

Juga ada hadits dha'if yang disebabkan 'cacat' perawi, yaitu:

Hadits Maudhu’. Yang berarti ‘yang dilarang’, yaitu hadits yang dalam sanadnya terdapat perawi yang pernah ketahuan berdusta atau dituduh suka berdusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits alias hadits palsu.

Hadits Matruk. Yang berarti ‘hadits yang ditinggalkan / diabaikan’, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan hanya oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu pernah ketahuan berdusta atau dituduh suka berdusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits alias hadits palsu.

Hadits Munkar. Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh perawi yang dikenal terpercaya / jujur. Maka hadits semacam ini tidak boleh digunakan, dan sebagai gantinya harus menggunakan hadits dengan topik yang sama namun yang diriwayatkan oleh perawi lain yang dikenal terpercaya / jujur.

Hadits Mu’allal. Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat, yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. Menurut Al-Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani bahwa hadis Mu’allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma’lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu’tal (hadits sakit atau cacat).

Hadits Mudhthorib. Artinya hadits yang kacau, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) yang kacau atau tidak sama dan berkontradiksi dengan yang dikompromikan.

Hadits Maqlub. Artinya hadits yang ‘terbalik’, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang didalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi).

Hadits Munqalib. Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.

Hadits Mudraj. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya, sehingga mengurangi kualitas keaslian hadits tersebut, atau bahkan merubah pengertian dari hadits tersebut.

Hadits Syadz. Hadits yang ‘jarang’, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya), namun isinya bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. Demikian menurut mayoritas ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits. Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz.

Wah, betapa menariknya ilmu hadits ini. Ini baru luarnya saja, belum masuk ke dalamnya dan lebih detail lagi.

Kamis, 06 November 2014

Persaingan yang tidak jelas

Sore itu saya naik motor. Motor ini bukan motor kredit seperti kebanyakan orang, dan ini menjadi kebanggaan saya. Tapi bukan kredit atau cicilan yang mau saya bahas. Karena kalau bahas cicilan, mungkin saya terbebas dari cicilan motor, namun malah mengingatkan saya dengan tanggungan cicilan yang lain.

Jadi ceritanya sore itu saya mengendarai motor saya yang bukan merupakan motor kreditan. Gaya berkendara motor saya ini sebenarnya tergantung suasana, bisa cepat bisa juga santai. Dan sore itu suasananya memaksa saya harus cepat.

Karena harus cepat maka saya meliuk-liuk bagai ular. Kok agak aneh ya pengibaratannya. Tapi lanjut cerita, sore itu saya balap apapun jenis kendaraan yang ada di depan saya. Mulai dari motor, mobil, bis, maupun truk. Sampai akhirnya ada seorang pengendara motor yang membalap saya. Setelah berhasil membalap saya, ia memperlambat kecepatannya sehingga saya bisa membalapnya kembali. Namun setelah saya balap, ia kembali membalap saya dengan penetarasi yang cukup berbahaya. Saya pun kaget. Tidak hanya kaget, namun itu membuat saya harus membalap dia kembali.

Gas motor saya tarik, dan rem sedikit saya lupakan. Gigi 3 saya pacu sampai 90km/jam. Lalu masuk gigi 4, entah sampai kecepatan berapa namun yang pasti di atas 100km/jam. Lalu lintas tidak terlalu ramai, 15 menit berselang, dan "yes" akhirnya saya bisa membalap motor itu. Sayangnya balapan liar sore itu harus berakhir karena gang jalan rumah sudah terlihat.

"Menang juga.. hehe" itu yang saya pikirkan pertama kali. Lalu saya berpikir kali kedua, "Terus saya dapat apa?"

Sore itu, di gang rumah yang cukup buat mobil melintas itu, tidak ada kemeriahan penonton yang menyambut kemenangan saya. Tidak ada piala dan papan yang bertulis sejumlah uang yang bisa saya angkat. Tidak ada sorotan kamera, tidak ada wartawan, tidak ada pesta. Dan tanpa sadari saya sudah berada di teras rumah. Terlihat anak saya mengintip dari balik kaca sambil tertawa. Lalu ada istri saya yang berusaha mencari tangan saya untuk diciumnya.

Tiba-tiba saya termenung. Termenung yang membuat saya berjanji untuk menjaga emosi saya ketika berada di jalan, karena saya cinta diri saya dan keluarga saya.  

Selasa, 18 Maret 2014

10 Tahun menjadi Fans Arsenal




Sepuluh tahun sudah Arsenal tidak mengangkat trofi; sangat menggemaskan bagi saya yang mulai menyukai tim ini semenjak awal tahun 2000. Musim ini (2013-2014) memang ada sedikit gairah untuk membuat kejutan. Sekali lagi, hanyalah harapan akan adanya kejutan, bukan target. Bahkan kepesimisan ini saya tulisakan dalam sebuah prediksi. Sebelum kompetisi 2013-2014 dimulai, saya memprediksikan Chelsea yang akan juara, diikuti ManCity, lalu Man United, kemudian baru Arsenal di peringkat ke empat. Bagi saya ini yang paling realistis.

THE DREAM TEAM Arsenal 2003 berhasil menjuarai BPL 2003/04 dengan rekor tak terkalahkan. Sebuah tim yang luar biasa, fenomenal, jantan, betina, apapun itu namanya. Di sini, saya mencoba untuk membandingkan mereka dengan kekuatan Arsenal yang sekarang (2013/14).

SEIMBANG. Ada beberapa pemain yang berada satu level. Karakter dan kemampuan mereka sama. Szczesny bisa disejajarkan dengan Lehmann. Koscielny dengan Keown. Gibbs dengan Ashley Cole, Rosicky dengan Ljungberg, Flamini dengan Parlour. Chamberlain dengan Gilberto Silva.  Sekali lagi, ini menurut saya, karena belum tentu mereka setuju. Saya pun belum pernah berkesempatan menendang bola ke Szczesny maupun Lehmann untuk membandingkan mereka. Saya 90% sadar bahwa perbandingan ini adalah subjektivitas saya.

SAMA NAMUN BERBEDA. Ada dua pemain yang bertipe sama, namun berbeda. Yang pertama, antara Cazorla dan Pires yang berposisi dan bergaya bermain yang sama. Kebiasaan mereka bermain di kiri lapangan (masih bagus gak sampai keluar) dan berpenetrasi ke tengah. Pires memiliki penyelesaian akhir yang lebih baik. Yang kedua antara Sagna dan Lauren; mereka berposisi bek kanan. Keduanya memiliki daya bertahan kuat dan sering tiba-tiba ada di depan. Sagna lebih unggul dalam keakuratan umpan silang. Tendangan pisang! 

PEMAIN KUNCI. Ada beberapa pemain yang tidak bisa dibandingkan. Di sinilah kuncinya! Arsenal sekarang tidak memiliki Sol Cambell. Ia pemain bertahan yang sangat kuat, disiplin, dan menyeramkan! Tidak ada yang menyamai kualitasnya. Lalu Patrick Viera. Ia pemain tengah yang kuat dalam bertahan dan menyerang. Kalau di PES, attacking dan defendingnya 95. Perannya sekarang dimainkan oleh Mikel Arteta. Namun kualitas Arteta masih di bawah Viera (terutama dalam bermain musik. Maksud?). Kemudian arsenal 2003 memiliki Bergkamp; seorang penyerang yang selalu mencari lubang hehe.. Ia pemain tenang dan menghanyutkan. Positioning, passing, dan finishing yang super duper. Peran ini sekarang dimainkan oleh Ozil. Namun sekali lagi, Ozil belum sampai di level itu. Dan terakhir adalah sang legenda, Thiery Henry. Ia memiiki kemampuan yang lengkap sebagai penyerang. Beri saja bola kepadanya dan selesailah urusan.

Dari semua perbandingan ini, Arsenal sekarang memiliki senjata yang tidak dimiliki oleh Arsenal 2003. Yaitu si jenius Aaron Ramsey. Sayang pemain ini terlalu lama cidera, padahal saya sangat berharap ia bisa menjadi kunci kesuksesan tim berlambang meriam ini. Get well soon "Azza" The Welshman!

Begitulah, tiap jaman memiliki pahlawan dan andalannya tersendiri. Dan masa lalu hanyalah pelajaran bagi mereka yang mau belajar. 

Rabu, 12 Februari 2014

Hidup serasa sinetron

Teruntuk yang sedang menjalani kehidupan yang sangat sulit sehingga merasa menjadi orang yang mendapat ujian kehidupan paling berat di dunia ini, saya akan bilang, anda lebay... heuheu.

Begini ceritanya. Baru saja saya chatting dengan teman lama. Kami sharing, lebih tepatnya saya yang lebih banyak mendengarkan. Dari hasil sharing sekitar 1 jam tadi, saya akhirnya tahu episode kehidupan yang sedang ia jalani. Kisahnya begitu menyayat hati saya. Bahkan sinetron Indonesia yang lebailisme pun kalah menyedihkan. Saya tidak perlu menceritakan kisahnya di sini; namun ada dua hal yang bisa disimpulkan:

Pertama, saya tidak akan pernah bisa merasakan hal yang tidak pernah saya alami. Jadi, jika saya mencoba menasihati seseorang, namun saya tidak pernah mengalami hal yang serupa, maka hal itu bagaikan "burung yang mengajari ikan untuk berenang". 

Kedua, setiap orang harus bisa menjawab pertanyaan "Mengapa ia harus bertahan hidup?" Itu yang memotivasi mereka untuk terus menjalani kehidupan, seberat apapun jalannya.

Akhirnya, hidup memang serasa sinetron. Jalani saja peran yang ada. Saya yakin Allah tidak akan menguji kita melebihi batas kesanggupan kita. Semakin berat ujiannya, berarti semakin hebat orangnya. Dan teman saya yang satu ini sungguh hebat. Salut!

Jumat, 08 Februari 2013

Inilah cinta

Namanya juga jatuh, pasti tidak bisa direncanakan. Jika direncanakan namanya akting.
Namanya juga jatuh, pasti tidak bisa dipaksakan. Jika dipaksakan namanya jahat.

Namanya juga jatuh, pasti tidak bisa ditolak. Jika bisa ditolak namanya tidak jatuh.
Namanya juga jatuh, datangnya tiba-tiba. Jika diberitakan dulu namanya undangan.

Inilah jatuh... jatuh apapun itu, termasuk jatuh cinta..

Mereka yang tidak merencanakan untuk jatuh cinta, rasa itu datang...

Mereka yang ingin jatuh cinta, justru rasa itu enggan menyapa...

Cinta bukan sekedar terlihat rumit, namun ia sungguh sesuatu yang rumit. Saking rumitnya, urusan cinta itu dikendalikan oleh Sang Pencipta. Maka janganlah merendahkan rasa cinta, karena Tuhan yang telah menanamkan rasa itu.

Ah damn.. kenapa jadi romantis begini?

Sabtu, 17 Maret 2012

Terbaik terbaik

Ketika Pele bermain, saya belum lahir. Begitu juga dengan Franz Beckenbauer, Socrates, Platini, maupun Maradona. Untuk yang terakhir, saya sudah lahir namun belum mengerti sepak bola hehe.. Para pemain hebat yang sempat saya tonton adalah Zinedine Zidane, dan Ronaldo de Lima. Lalu ada beberapa pemain yang sekarang (awal 2012) masih bermain meskipun kemampuannya sudah jauh dari masa terbaik mereka seperti Ronaldinho, Ryan Giggs, Edgar Davids, dan masih banyak lagi. 

Dunia di pertengahan 2012 ini sedang membandingkan siapa yang lebih hebat di antara dua penyihir baru, yaitu Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Ada kontroversi. Dan tidak ingin ketinggalan, saya pun masuk dalam perdebatan tersebut. Dalam sebuah pergulatan pikiran, saya menemukan jalan buntu yang gelap, lalu sedikit berjalan dengan melepas sedikit keegoisan, saya akhirnya menemukan cahaya.

Inti dari kontroversi itu ada di penamaan "terbaik" itu sendiri. Kata "terbaik" belum diterjemahkan secara baik, sehingga memberi ruang tafsir kepada setiap orang. Bisa diperjelas, terbaik dalam hal apa? Apakah mencetak gol? Teknik? Mengatur permainan? Kecepatan? Meraih juara? Atau dalam sikapnya?

Messi sempurna dalam dribbling bola, kecepatan, teknik, dan mencetak gol. Tendangan bebasnya terbilang baik, dan Ia pun baik dalam kerjasama tim.

Cristiano Ronaldo. Meski kemampuan dribblingnya sedikit di bawah Messi namun ia unggul dalam kecepatan dan sangat baik dalam urusan mencetak gol. Kesuburannya mencetak gol dibantu oleh kemampuan bola atas dan tendangan bebasnya. Pemain ini memiliki kekuatan yang sangat baik dan selalu menjadi andalan di klub yang dibelanya seperti Sporting Lisbon, Manchaster United, Real Madrid, maupun di timnas Portugal. Alhasil, Messi unggul atas Ronaldo dalam dribble, teknik, dan kerjasama tim, namun Ronaldo unggul dalam bola atas, kekuatan, & pengaruh di dalam sebuah tim. Keduanya sempurna dalam produktifitas gol. Sehingganya sampai saat ini.

Jika kriterianya seperti kedua pemain di atas, maka akan sulit bagi pemain bertahan dan kiper untuk mendapat gelar pemain terbaik atau Ballon d'Or. Seorang defender tidak membutuhkan kemampuan dribble dan mencetak gol. Yang dibutuhkan mereka adalah teknik bertahan, kecepatan, dan kekuatan. Begitu juga dengan seorang kiper yang hanya membutuhkan teknik goalkeeper, respon, kekuatan dan kecepatan.

Tiba-tiba saya teringat Fabio Cannavaro, seorang defender yang pernah meraih gelar ini. Dan saya rasa ia mendapatkan gelar ini karena ia seorang kapten dari negara yang menjadi juara dunia kala itu (Italia 2006).

Kesimpulannya, tolak ukur pemain terbaik harus diperinci atau setidaknya diperluas menjadi beberapa kriteria.

Jumat, 17 Februari 2012

Mendekati mimpi

Ketika kita sudah memiliki mimpi, maka dekatilah mimpi itu dengan cara-cara anda sendiri. Jika ada seseorang yang ingin menjadi mahasiswa sebuah perguruan tinggi, maka saya sarankan ia untuk pergi ke sana. Rasakan suasana di sana, pegang dinding kelasnya, makan sianglah di kantinnya.

Sekarang saya sedang bermimpi untuk pergi ke suatu daerah yang awalnya terlihat tidak mungkin. Lalu saya mendekati mimpi itu dengan bergoogling ria, dan makin banyak pengetahuan saya tentang daerah itu, makin kuat motivasi untuk ke sana. Saya cari informasi tiket perjalanan ke sana. Dan celah-celah itu mulai terbuka :)

Sebenarnya saya ingin menjelaskan bahwa mimpi-mimpi kita yang seolah mustahil, sebenarnya bisa terwujud. Kita dekati mimpi itu dengan banyak cara. That's why I'm not afraid of dreaming anymore.